Floating Left
Bukalapak

Ukuran Sensor Kamera dan Pengaruhnya


11 April 2015

Sebelum era digital mendominasi teknologi kamera, dahulu kala Fotografer banyak menggunakan kamera SLR(Single Lens Reflex) yang mengacu pada system prisma dan lensa pada kamera 35 mm. Penggunaan kamera SLR memiliki standar ukuran film yakni 35mm. Ukuran film adalah 24mmx36mm, seperti yang biasa kita lihat, dan perkembangan teknologi telah berhasil mengawinkan antara Kamera SLR dengan teknologi digital. DSLR(Digital Single Lens Reflex) merupakan varian digital dari teknologi yang sama dengan SLR, yang mampu mengolah gambar dalam bentuk digital sehingga film tidak diperlukan lagi. Hal ini tentunya sangat menguntungkan karena kita bisa melakukan penghematan, dan gambar yang kurang baikpun dapat dengan mudah kita hapus.

Kamera Full frame adalah kamera yang mengadopsi standart film 35mm dahulu kala. Sayangnya kamera full frame dengan ukuran sensor 24mmx36mm dijual sangat mahal dan seringkali tidak terjangkau oleh mereka yang non professional. Produsen lalu memberikan solusi yakni dengan menyediakan jajaran kamera dengan ukuran sensor yang lebih kecil seperti 14,9×22,3 dan 15,8×23,6mm yang dikenal dengan sensor APSC. Kamera dengan sensor APSC sekarang ini adalah yang paling banyak digunakan, selain berharga terjangkau dan bentuk bodi yang lebih simpel, kamera APSC juga memiliki kemampuan mumpuni dan ditawarkan dengan berbagai varian lensa sehingga mampu menghasilkan gambar yang tajam.

Crop Factor

Kamera full frame tidak memiliki crop factor dan hanya kamera non full frame(APSC/APSH) saja yang memilikinya. Crop faktor akan menghasilkan gambar yang lebih kecil dibanding full frame. Kamera Non full frame saat ini memiliki berbagai macam pilihan crop factor, yakni 1.3,1.6,2 dll. Untuk memperdalam tentang crop factor anda dapat membaca artikel sebelumnya disini.

Kelebihan dan Kekurangan Sensor Full frame

Kamera full frame memiliki banyak sekali kelebihan, diantaranya adalah kualitas gambar yang dihasilkan lebih baik, tidak memiliki crop factor, dan sangat baik digunakan dalam ISO tinggi(niose lebih tersamar). Sedangkan kekurangannya adalah bentuknya/ukurannya yang besar, lebih berat dan harganya lebih mahal. Membawa kamera Full frame akan cukup menyulitkan, apalagi aktivitas hiking dengan banyak bawaan lainnya.

Lensa

Anda perlu berhati hati dalam memilih lensa karena crop faktor akan sangat mempengaruhi. Jika anda memiliki kamera full frame dan membeli kamera yang didesain khusus untuk Non full frame maka akan ada beberapa konsekwensi buruk yang akan anda terima, antara lain munculnya vignetting pada tepian frame yang terlihat sangat mencolok, menurunkan kelembutan secara umum dan meningkatkan distorsi. Lensa Non full frame didesain dengan desain retrofocus, dimana bagian belakang lensa menonjol. Hal ini tidak akan masalah jika lensa terpasang pada kamera crop, namun bila terpasang pada sensor yang kebih besar maka akan beresiko mengakibatkan kerusakan.

Kamera Mana yang akan anda pilih

Jawabannya sangat bergantung pada keperluan anda masing-masing. Kamera dengan crop factor memberikan perbesaran lebih ketika memotret jarak jauh menggunakan lensa telefoto, dan kamera crop akan sangat bermanfaat saat anda sering mengabadikan benda yang letaknya jauh. Jika anda sering menggunakan lensa wide angle maka kamera full frame akan lebih cocok karena memberikan kualitas gambar lebih dibanding kamera crop. Kamera full frame juga sangat baik digunakan dalam kondisi minim cahaya, ISO tinggi. Namun tentunya harga kamera full frame saat ini jauh lebih mahal dibanding kamera Crop dan hal ini juga mempengaruhi pilihan konsumen. Banyak orag lebih suka menggunakan kamera dengan bodi lebih kecil dan lebih mudah dibawa kemanapun.



Baca juga
  » 1 Mei 2015
Canon XC10: Kamera Foto, Video, atau Keduanya?
Canon XC10 adalah kamera yang desainnya unik, merupakan perpaduan kamera video dan kamera foto. Dari sisi fotografer amatir/profesional, spesifikasi untuk foto memang tidak begitu menarik dibandingkan dengan kamera khusus foto.

  » 16 April 2015
Sensor Graphene Diklaim 1.000 Kali Lebih Peka Cahaya
Graphene memiliki ukuran satu juta kali lebih kecil dibandingkan ketebalan yang dimiliki rambut manusia dan terbentuk sebagai atom karbon murni dalam struktur sarang lebah (honeycomb). Ia lebih konduktif dari silikon, lebih fleksibel dari plastik dan bahkan ia mampu menahan panas lebih baik dibandingkan berlian.

  » 16 April 2015
4 Langkah Sederhana Memulai Foto Strobist yang Memukau
Strobist merupakan teknik memotret dengan melepaskan flash dari body kamera lalu ditempatkan sesuai kebutuhan dan dihubungkan dengan sinyal triger. Lebih murah dan efisien karena cukup menggunakan baterei AA sehingga dapat digunakan di lokasi pemotretan tanpa colokan listrik.

  » 16 April 2015
Ukuran Cetak Foto
Bagi anda yang sering mencetak foto tentu anda sudah sangat familier dengan menyebutkan ukuran R untuk melakukan pencetakan foto.

  » 14 April 2015
Xiaomi Bikin Kamera Pesaing GoPro
Xiaomi juga ikut terjun di pasar Action Camera yang sedang naik daun. Vendor asal Taiwan tersebut baru saja meluncurkan Yi Action Camera sebagai pesaing GoPro.