Floating Left
Bukalapak

Sensor Graphene Diklaim 1.000 Kali Lebih Peka Cahaya


16 April 2015

Para peneliti di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, menemukan sensor imaging yang digadang-gadang mampu menghasilkan foto jauh lebih baik dalam kondisi pencahayaan yang minim daripada sensor CMOS atau CCD.

Tidak tanggung-tanggung, sensor yang terbuat dari graphene ini dikatakan 1.000 kali lebih sensitif terhadap cahaya dibandingkan sensor yang saat ini dijumpai di kamera-kamera.

Lebih lanjut lagi, sensor ini 10 kali lebih hemat energi. Bahkan, jika sudah diproduksi secara massal diperkirakan harganya 5 kali lebih murah.

Graphene memiliki ukuran satu juta kali lebih kecil dibandingkan ketebalan yang dimiliki rambut manusia dan terbentuk sebagai atom karbon murni dalam struktur sarang lebah (honeycomb). Ia lebih konduktif dari silikon, lebih fleksibel dari plastik dan bahkan ia mampu menahan panas lebih baik dibandingkan berlian.

"Kami telah menunjukkan bahwa menciptakan sensor foto yang murah, sensitif dan fleksibel dari graphene bukanlah hal yang tidak mungkin," tukas sang penemu, Assistant Professor Wang Qijie dari NTU.

Wang mengklaim, bahwa ini adalah pertama kalinya sebuah sensor foto dengan sensitivitas tinggi dikembangkan dengan memakai graphene murni.

Sebagian besar sensor kamera kini memakai CMOS (complementary metal-oxide semiconductor) sebagai basisnya, namun Wang mengatakan bahwa graphenenya bisa lebih efektif dan mampu menciptakan foto yang jernih dan tajam.

Adapun kemampuan menghasilkan foto yang lebih baik ini dikarenakan, model graphene bisa menahan sinyal elektrik lebih lama dibandingkan sensor 'biasa' terutama di low light.

Jika suatu saat telah diadopsi oleh industri, Wang mengharapkan, ongkos manufaktur imaging sensor akan bisa ditekan. Alhasil, ada potensi kelahiran kamera dengan harga yang lebih murah namun dibekali daya tahan baterai yang awet.



Sumber: Detikinet



Baca juga
  » 1 Mei 2015
Canon XC10: Kamera Foto, Video, atau Keduanya?
Canon XC10 adalah kamera yang desainnya unik, merupakan perpaduan kamera video dan kamera foto. Dari sisi fotografer amatir/profesional, spesifikasi untuk foto memang tidak begitu menarik dibandingkan dengan kamera khusus foto.

  » 16 April 2015
4 Langkah Sederhana Memulai Foto Strobist yang Memukau
Strobist merupakan teknik memotret dengan melepaskan flash dari body kamera lalu ditempatkan sesuai kebutuhan dan dihubungkan dengan sinyal triger. Lebih murah dan efisien karena cukup menggunakan baterei AA sehingga dapat digunakan di lokasi pemotretan tanpa colokan listrik.

  » 16 April 2015
Ukuran Cetak Foto
Bagi anda yang sering mencetak foto tentu anda sudah sangat familier dengan menyebutkan ukuran R untuk melakukan pencetakan foto.

  » 14 April 2015
Xiaomi Bikin Kamera Pesaing GoPro
Xiaomi juga ikut terjun di pasar Action Camera yang sedang naik daun. Vendor asal Taiwan tersebut baru saja meluncurkan Yi Action Camera sebagai pesaing GoPro.

  » 11 April 2015
Ukuran Sensor Kamera dan Pengaruhnya
Kamera Full frame adalah kamera yang mengadopsi standart film 35mm dahulu kala. Sayangnya kamera full frame dengan ukuran sensor 24mmx36mm dijual sangat mahal dan seringkali tidak terjangkau oleh mereka yang non professional.